Selasa, 05 Maret 2013

belgia, pembuat coklat

 detail berita
JIKA bicara soal sosis, Jerman diakui menjadi juaranya. ain lagi bila bicara cokelat, karena Belgia lah jagoannya. Betapa tidak, proses pembuatan cokelat sudah dilakukan sejak lama.

"Pengolahan, pembuatan, pengolahan, serta kelembaban udaranya, teknik yang dipakai di Belgia itu sudah tradisi dari tahun 1600-an. Kalau bicara cokelat, Belgia jagonya," kata Laurent Bernard, ahli cokelat dari Prancis, kepada okezone pada peluncuran Magnum Chocolatier Collection di The Patio, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Diakuinya, tumbuhan cokelat tidak bisa tumbuh di Belgia, karena itu biji cokelatnya didapat dari hasil import. Biji cokelat yang dihasilkan terutama berasal dari Pulau Jawa, Amerika, dan Afrika.

"Jadi, ini bukan masalah bijinya saja. Biji cokelat bisa datang darimana saja. Bahkan di Belgia atau di Eropa, yang cuacanya dingin, cokelat enggak bisa tumbuh karena cokelat harus tumbuh di tempat tropis," paparnya.

Tak hanya itu, cokelat produksi Belgia sudah ada pada abad ke-16. Negara Spanyo yang memperkenalkan cokelat ke Belgia. Ketika itu, cokelat yang dibawa berbentuk bubuk. Laurent mengatakan, suhu udara di Belgia sangat mendukung untuk mempertahankan kualitas cokelat.

“Cokelat Belgia bagus karena faktor cuaca sangat mendukung, juga karena kualitas cokelat itu sendiri. Belgia sendiri memiliki tradisi yang menjadikan cokelat buatannya enak," tambahnya.

Cokelat produksi Belgia, katanya, sangat memperhatikan mutu bahan-bahan yang digunakan. "Sangat mementingkan kualitas dari prosesnya. Memang banyak cokelat bagus, seperti di Jawa, Inggris, dengan cara pengolahannya masing-masing. Orang Belgia sendiri sangat serius membuat cokelat, dengan standar baku, bahan campurannya pun sangat diperhatikan," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar